Ada tugas rutin saya dan teman2x KARIMAH setiap menjelang pelaksanaan shalat ied, baik itu idul fitri maupun idul adha, tugasnya itu adalah ngurus Sound System he.. he ..
Karna biasanya shalat ied kita adakan di jalan, maka sound system menjadi perangkat yang sentral, bayangkan aja setiap pelaksanaannya bisa sampai lebih dari 200 shaf/baris, kasian kalau iman/khatib harus teriak2x bisa-bisa abis mimpin shalat langsung kehabisan nafas.
Dan anak KARIMAH yang ngerti ngurus soundsystem hanya beberapa urang termasuk saya (he … bukan narsis), jadilah acara ini menjadi agenda saya tiap tahunnya bareng dengan iyan dan teman2x KARIMAH angkot (angkatan kolot) lainnya.
Tepat jam 2 malam anak2x mulai mengangkut alat2x ke jalan 12 meter tempat dilaksanakan shalat ied, barang2xnya gak ada yang ringan semua berat2x apalagi si power begitu kami menyebutnya, meskipun bentuknya kecil lebih kecil dari speaker tapi perlu tiga orang dengan tubuh seperti bang sendy kalau mau membawanya dengan nyaman, pokoknya kalau soal bobot si power juaranya.
Sampai di jalan 12m kita harus bagi tugas sebagai nyusun spaeker dengan menempatkannya di daerah2x strategis, dan sebagiannya narik2x kabel bukan narik becak, jangan dikira urusan menyusun kabel pun bukan pekerjaan yang ringan, kabel yang sudah satu tahun gak dipakai bentuknya lebih mengerikan dari bola kusut (he.. he .. agak hiperbolis dikit ..), dan kabel harus ditarik tepat diposisi speaker2x tadi disimpan, jadi perlu kerjasama dan koordinasi tingkat tinggi antara yg narik kabel & yang nyusun speaker (ini juga hiperbolis ..)
Itu baru sedikit dari total pekerjaan, selanjutkan kami harus menyusun kabel2x itu di ruang control, dan hampir tiap tahun rumah a’Soni yang tepat di depan jalan 12meter jalan tempat dilaksanakannya shalat ied ditempat kami selalu jadi ruang control dadakan. Dalam pekerjaan memasang soundsystem kita selalu di Bantu a’Soni, A’Ano, A’arif dan banyak AAA lainnya, yang pada malam takbiran suka ngumpul disana,
zaman dahulu kala sebelum menjadi tugas kami A’Agus,A’Soni dkk-lah yang selalu menyiapkan kebutuhan shalat Ied ini, bahkan jujur saja saya ngerti dan bisa pasang per-soundsytem-anpun karna dulunya sering lihat, di ajak & diajarin A’Soni
Di ruang control sudah berjajar puluhan barang mahal, Mixer Alexis, lebih dari satu power, beberapa buah mix, kabel dan banyak lagi, tugas kita sekarang adalah menyeting alat-alat tadi, dan menurut saya di antara anak-anak KARIMAH Iyan-lah yang paling ngerti soal ini, wajarlah karna basic dia dari elektro, jadi untuk urusan ini saya percayakan sama Iyan, sementara saya dan teman2x yang lain manggil tukang cuangki atau duduk2x sambil nyuruput kopi panas, ahh… Segar.
Meskipun kita sudah terbiasa, menyeting sounsytem selalu tidak langsung jadi, ada saja hal-hal kecil yang bikin sounsytem gak hidup, masalahnya pokoknya macem2x, kadang2x perhitungan kita selesai ½ jam malah bisa selesai 1½ jam malah bisa lebih untungnya kita sudah prepare waktu agak lama, jadi semuanya tetap bisa dikendalikan.
Antara pukul 04.00 shubuh biasanya soundsytem sudah mulai terdengar suaranya dan setelah cek sound berulang-ulang selesailah tugas kita, akhirnya kita pulang mandi siap2x untuk shalat ied, nah sebetulnya inilah tantangan sesungguhnya….
Pada saat pelaksanaan kami selalu khawatir kalau soundsytem-nya tiba2x bermasalah, dan teman2x tau sendirikan kalau hal kayak gitu emang pernah terjadi, yang terakhir adalah shalat Iedul adha tahun kemaren, dan kalau hal ini terjadi kamilah yang jadi bulan2xnan, telinga kami suka panas mendengar ocehan macam2x sebagian warga, gak tau apa perjuangan kami bergadang semalaman, tapi ya sudahlah, anggap saja itu adalah nasehat untuk kami supaya kedepannya bisa bertugas lebih baik lagi (dasar nasib …)
kami baru merasa tenang kalau ketika shalat soundsytem berjalan sebagaimana mestinya, karna kalau lagi khutbah soundsytemnya bermasalah, kita bisa bergerak cepat buat ngebenerinnya, tapi kalau lagi shalat kita kan gak bisa ngapangapain he.. he…
dan kita lebih merasa senang kalau sampai acara selesai soundsytem tetap melakukan fungsinya dengan baik, begitulah kisah kami si pemasang soundsystem dan kami merasa tugas kami berhasil jika tidak ada seorangpun yang memberikan laporan atau keluhan mengenai kualitas suara khatib, alias semuanya adem ayem sajahhhh …
dan untuk tahun ini kami bertekad akan berusaha mempersiapkannya lebih matang, semoga tahun ini kita tidak mengalami masalah per-soundsytem-an lagi,
doakan kami ya …..
Posted by yantze on September 7, 2008 at 6:08 am
hidup team sound system lah…tapi konsumsina kurang rea euy…:D