Ada kegiatan rutin yang sering dilakukan KARIMAH setelah selesai ramadhan yaitu mengadakan acara Bakti Sosial ke pelosok2x,biasanya barang-barang yang kita sumbangkan di acara itu adalah pakaian layak pakai sisa penjulan pasar murah, beberpa dus mie instant dan beberapa karung beras (tentu saja bukan karungnya doang) dan uang ala kadarnya.
Entah sudah berapa kali KARIMAH mengadakan bakti social ini tapi sebagai salah satu “kuncen” di KARIMAH saya hampir selalu mengikuti acara bakti sosial tersebut.
Bakti sosial pertama yang saya ikuti adalah ke suatu tempat, nama daerahnya lupa tapi yang masih saya ingat tempat tujuan tersebut dekat dengan tempat wisata maribaya, tempat ini direkomendasi seorang teman dari masjid tetangga.
Saat itu kita berangkat dengan menggunakan 3 mobil pribadi dan beberapa motor.
Perjalanan menuju tempat tujuan sangat melelahkan, setelah habis jalan aspal kita masih harus melewati jalan tanah dan berbatu dengan jurang dikanan kirinya dan itu berlangsung sekitar 5 – 10 kilometer.
Nah sampailah kita di ujung jalan yaitu sebuah tanah lapang, semua teman-teman mengira sudah sampai ke tujuan, tapi ternyata tanah lapang sebagai tanda ujung jalan ini adalah tempat terakhir dimana kendaraan bisa lewat selanjutnya kita harus berjalan kaki sekitar 1-2 km jalannya menanjak pula, waduhhh ….
Tapi semuanya tetap semangat, berjalanlah kami semua melewati pematang sawah dan sampailah kita di tempat tujuan …. akhirnya ….
Sedih melihat perkampungan yang kami kunjungi, rumahnya gubuk, belum ada listrik dan toiletnya .. mengerikan , tau kan sebuah acara di Trans TV “Andai aku menjadi …. ”, nah kelakuan anak2x tuh seperti bintang tamu di acara itu, anak kota yang harus tinggal didesa dengan fasilitas seadanya.
Untungnya kami tidak lama, setelah menyerahkan bantuan berikut acara sebentar kami langsung pamit untuk selanjutnya menuju tempat wisata maribaya. Dan menurut saya inilah desa ter-minus (miskin) yang pernah di kunjungi KARIMAH untuk acara bakti sosialnya.
Bakti sosial yang kedua yang saya ikuti, ketika KARIMAH mengunjungi sebuah pesantren di Cililin persisnya di sebuah daerah yang bernama gunung halu, kita berangkat kesana hanya dengan 1 Bus, pinjaman dari sebuah kantor. Jalan menuju daerah itu tak kalah serunya seperti Bakti Sosial kita yang pertama, bayangkan aja jalan yang hanya layak di lewati mobil-mobil offroad harus di lewati Bus, ukuran jalannya hanya cukup satu mobil setengah, saya selalu khawatir kalau2x dari arah berlawanan ada mobil datang, andai saja kita menggunakan mobil kecil mungkin tidak terlalu jadi masalah, jalannya masih cukup meskipun agak2x dipaksakan, tapi kan kita naik bus kalau di depan kita ada mobil dengan arah yg berlawanan salah satunya harus mundur.
Sampai di tempat kami agak tercengang ternyata masjid mereka lebih besar dari masjid kita Baitul Hikmah apa kita salah sasaran ?
Namun menurut pengakuan kang ahmad salah satu pengurus panti nurul ihsan yang merekomendasikan tempat ini, masjid tersebut dibangun atas bantuan salah satu partai, tapi tingkat ekonomi santri & masyarakat nya masih minim.
Kedatanganan kita disambut di masjid setelah berdialog sebentar dan menyerahkan bantuan, salah seorang santri disana menunjukan kami sebuah tempat untuk sekedar melepas lelah.
Kami menuju sebuah gubuk di tengah sawah yang sepertinya jadi peristirahatan para petani teh disana, dikelilingi kebun teh dengan contour tanah yang tinggi rendah sehingga memunculkan jurang2x kecil di kanan-kiri dan cuaca yang dingin, makan siang saat itu menjadi terasa nikmaaaaat sekaleeee.
Kurang lebih pukul 14.30 kamipun bergegas meninggalkan desa yang indah dan sejuk itu
dan acara bakti sosial inilah yang paling saya ingat tanggal persisnya, 25 desember 2005 bertepatan dengan hari natal, tapi bukan karna natalnya yang membuat saya ingat melaikan ada kejadiaan dasyat esok harinya yang menggemparkan dunia yaitu bencana Tsunami, kejadian yang membuat teman kami Zul khawatir nasib keluarganya di Aceh sana.
Untuk Bakti Sosial yang ke-tiga sekarang kita menuju sebuah desa di pangalengan,
kami berangkat dengan menggunkana 1 Bus, 2 mobil pribadi dan beberapa motor, inilah acara Bakti Sosial KARIMAH dengan jumlah peserta terbanyak sejauh yang saya ingat
bersambung dulu yah ….